Selasa, 06 Mei 2014

PERUBAHAN SISTEM NILAI BUDAYA DAN MASALAH KEMANUSIAAN



 A.    Perubahan Sitem Nilai Budaya
1.  Konsep Sistem Nilai Budaya
Sistem nilai budaya adalah konsepsi-konsepsi tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar anggota masyarakat, dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi sikap mental, cara berfikir, dan tingkah laku mereka. Sistem nilai budaya adalah hasil pengalaman hidup yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga menjadi kebiasaan yang berpola. Sistem nilai budaya yang berpola merupakan gambaran sikap dan tingkah laku anggota masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat.
Unsur-unsur Kebudayaan (Menurut Koentjaraningrat) :
1.      Sistem religi yang meliputi: sistem kepercayaan, sistem nilai dan pandangan hidup, komunikasi keagamaan, upacara keagamaan
2.      Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang meliputi:kekerabatan,asosiasi dan perkumpulan,sistem kenegaraan, sistem kesatuan hidup,  perkumpulan
3.      Sistem pengetahuan meliputi pengetahuan tentang: flora dan fauna, waktu, ruang dan bilangan, tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia
4.      Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi berbentuk:  lisan dan tulisan
5.      Kesenian yang meliputi: seni patung/pahat,  relief, lukis dan gambar, rias, vokal,  musik,  bangunan,  kesusastraan, drama
6.      Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi yang meliputi: berburu dan mengumpulkan makanan,  bercocok tanam, peternakan, perikanan, perdagangan
7.      Sistem peralatan hidup atau teknologi yang meliputi: produksi, distribusi, transportasi,  peralatan komunikasi, peralatan konsumsi dalam bentuk wadah,  pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan, senjata.



2.      Perubahan Sistem Nilai Budaya.
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi sebagai akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang fungsinya tidak serasi bagi kehidupan(herimanto dan winarno, 2010.35).
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan:
1.      Discovery dan invention
Discovery dan invention adalah pangkal tolak dalam studi mengenai pertumbuhan dan perubahan kebudayaan, karena hanya dengan proses inilah unsur yang baru dapat ditambahkan kepada keseluruhan kebudayaan manusia.Menurut Linton, Discovery adalah setiap penambahan pada pengetahuan dan invention adalah penerapan yang baru dari pengetahuan. Basic invention dapat diterangkan sebagi suatu peristiwa yang meliputi pemakaian prinsip baru atau kombinasi dari prinsip baru. Basic disini mempunyai arti, bahwa ia membuka kemungkinan akan adanya kemajuan dan menjadi dasar dari berbagai invention. Improving invention Artinya adalah memperbaiki penemuan yang telah ada


2.      Difusi kebudayaan
Difusi kebudayaan adalah proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.Penyebaran dari individu ke individu lain dalam batas satu masyarakat disebut difusi intramasyarakat.Sedangkan penyebaran dari masyarakat ke masyarakat disebut difusi intermasyarakat.
Heriamanto dan winarno, mengemukakan penyebaran budaya atau difusi adalah proses menyebarnya unsur-unsur kebudadayaan dari satu kelompok ke kelopok lain atau suatu masyarakat ke masyarakat lain.kebudayaan kelompok masayarakat di suatu wilayah bisa menyebar ke masyarakat wilayah lain.misalnya kebudayaan dari masyarakat Barat (negara-negara eropa) masuk dan mempengaruhi kebudayaan timur (bangsa asia dan arika).Globalisasi budaya bisa dikatakan pula sebagai penyebaran suatu kebudayaan secara meluas.
Difusi budaya bisa menimbulkan masalah.Masyarakat penerima akan kehilangan nilai-nilai budaya lokal sebagai akibat kuatnya budaya asing yang masuk.contoh globalisasi budaya yang bersumber dari kebudayaan Barat pada  era sekarang ini adalah masuknya nilai-nilai budaya global yang dapat memberi dampak negatif bagi prilaku sebagian masyarakat indonesia. Misalnya, pola hidup komsumtif, pragmatis, dan individualistik.Akibatnya seperti rasa kebersamaan dan kekeluargaan lambat laun bisa hilang dari masyarakat indonesia.


3.      Akulturasi
Redfield, Linton, Herskovits: Mengemukakan bahwa akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok – kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau pada kedua-duanya.Gillin dan Gillin dalam bukunya Cultural Sociologi, Mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses dimana masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya menglami perubahan oleh kontak yang lama dan langsung, tetapi dengan tidak sampai kepada percampuran yang komplit dan bulat dari dua kebudayaan itu.
Dr. Koentjaraningrat, mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa , sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaa sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
Bentuk-bentuk kontak kebudayaan yang dapat menimbulkan proses akulturasi:
• Kontak dapat terjadi antara seluruh masyarakat, atau antar bagian-bagian saja dalam masyarakat, atau dapat pula terjadi antar individu-individu dari dua kelompok.
• Antar golongan yang bersahabat dan golongan yang bermusuhan
• Antar masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai
• Antar masyarakat yang sama besarnya atau antar masyarakat yang berbeda besarnya
• Antara aspek-aspek yang material dan yang non material dari kebudayaan yang sederhana dengan kebudayaan yang komplek, dan antar kebudayaan yang komplek dengan yang komplek pula.
Herimanto dan winarno( 2010.Hal 37), mengemukakan akulturasi berarti petemun antara dua kebudayaan atau lebih yang berbeda.Akulturasi merupakan kontak antar kebudayaan, namun masing- masing masih memperlihatkan unsur-unsur kebudayaannya.
4.      Asimilasi
Asimilasi dalah satu proses sosial yang telah lanjut dan yang ditandai oleh makin kurangnya perbedaan atara individu-individu dan anatar kelompok-kelompok, dan makin eratnya persatuan aksi, sikap dan proses mental yang berhubungan dengan dengan kepentingan dan tujuan yang sama.
Asimilasi berarti peleburan antarkebudayaan yang bertemu.Asimilasi terjadi karena proses yang berlansung lama dan intensif antara mereka yang  berlainan latar belakang ras, suku, bangsa, dan kebudayaan.pada umunya, asimilasi menghasilakan kebudayaan baru.
Faktor-faktor yang memudahkan asimilasi:
v  Faktor toleransi
v  Faktor adanya kemungkinan yang sama dalam bidang ekonomi
v   Faktor adanya simpati terhadap kebudayaan yang lain.
v   Faktor perkawinan campuran
Ada beberapa alasan mengapa terjadi pergeseran dan perubahan tentang system nilai budaya menurut Munandar Sulaiman, antara lain;
a.       Jarak komunikasi antar etnis
b.      Pelaksanaan pembangunan
c.       Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
3.      Dampak Perubahan Sistem Nilai Budaya
Apabila terjadi perubahan pada system nilai budaya maka akan terjadi juga perubahan sikap mental, pola pikir, dan pola tingkah laku anggota masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Aspek kehidupan manusia dapat dibedakan menjadi dua yaitu manusiawi dan tidak manusiawi. Aspek kehidupan manusiawi diungkapkan sesuai dengan system nilai budaya sebagai pandanagan hidup, melalui sikap saling menyayangi, melindungi, menghargai, dan lainnya yang dirasakan sebagai keindahan hidup. Sebaliknya aspek kehidupan tidak manusiawi diungkapkan melalui sikap dan perbuatan yang merugikan, menggelisahkan, dan menjadikan manusia menderita

sumber : http://ahmadvirz.blogspot.com/2014/01/perubahan-sistem-nilai-budaya-dan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar