Jumat, 11 Oktober 2013

Peran Keluarga dalam Pembentukan Individu Sebagai Anggota Masyarakat

Sebelum kita membahas tentang peran keluarga dalam membentuk individu sebagai anggota masyarakat, ada baiknya kita ketahui dahulu apa itu keluarga dan apa itu masyarakat.

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta, Kuluwarga, "ras" dan "warga" yang berarti anggota. Dengan kata lain, keluarga bisa diartikan sebagai kumpulan individu yang menjadi anggotanya yang terikat satu sama lain. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
(sumber: id.wikipedia.org)

Sedangkan,  masyarakat adalah sekumpulan individu yang membentuk sebuah sistem, dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Masyarakat merupakan komunitas yang saling tergantung satu sama lainnya.
(sumber: id.wikipedia.org)

Keluarga sendiri memiliki beberapa peran, yaitu:
  1. Fungsi Pendidikan
  2. Fungsi Sosialisasi 
  3. Fungsi Perlindungan 
  4. Fungsi Perasaan 
  5. Fungsi Agama 
  6. Fungsi Ekonomi
  7. Fungsi Rekreatif
  8. Fungsi Biologis
(sumber: id.wikipedia.org) Dengan peran-peran keluarga tersebut, seorang individu diciptakan untuk menghadapi dunia masyarakat.

Diketahui dalam fungsinya sebagai pendidikan, keluarga dituntut memberikan pengetahuan yang bersifat dasar dalam kehidupan sehari-hari, contohnya adat dan tata krama. Sehingga individu yang diciptakan dapat berahklak baik. Dalam fungsinya sebagai sosialisasi, keluarga dituntut untuk memperkenalkan dunia masyarakat kepada anggotanya. Keluarga juga harus melindungi anggotanya, dalam fungsinya sebagai perlindungan agar seorang individu dapat mearasa aman dan nyaman dalam bermasyarakat. Fungsi perasaan menuntut para anggota keluarga memiliki ikatan batin antar anggotanya. Ini agar individu memiliki rasa peduli terhadap anggota masyarakat lainnya nanti. Dalam fungsi agama, keluarga dituntut untuk memperkenalkan ilmu ketuhanan kepada anggotanya, juga membimbing anggotanya untuk menjadi individu yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan iman yang kuat, individu menjadi kuat untuk menjaganya dari keburukan dalam bermasyarakat. Fungsi ekonomi yang diemban keuarga adalah untuk menjaga kestabilan ekonomi anggotanya. Maka dari itu, kepala keluarga dituntut sebagai pencari nafkah untuk membiayai kahidupan keluarganya. Fungsi rekreaktif yaitu keluarga harus memberikan kebahagiaan, canda dan tawa terhadap anggotanya. Fungsi ini akan menciptakan individu yang ceria dalam bermasyarakat nantinya. Terakhir, fungsi biologis untuk menjaga keturunan keluarganya. Ini bermaksud untuk menjaga proses regenerasi kemasyarakatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar